Asap merupakan sistem komplek yang terdiri dari fase cairan terdispersi dan medium gas sebagai pendispersi. Asap diproduksi dengan cara pembakaran tidak sempurna yang melibatkan reaksi dekomposisi konstituen polimer menjadi senyawa organik dengan berat molekul rendah karena pengaruh panas yang meliputi reaksi oksidasi, polimerisasi dan kondensasi. Jumlah partikel padatan dan cairan dalam medium gas menentukan kepadatan asap. Selain itu asap juga memberikan pengaruh warna rasa dan aroma pada medium pendispersi gas.
Sifat dari asap cair dipengaruhi oleh komponen utama yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin yang proporsinya bervariasi tergantung pada jenis bahan yang akan di pirolisis. Proses pirolisis sendiri melibatkan berbagai proses reaksi diantaranya dekomposisi, oksidasi, polimerisasi dankondensasi.
Hemiselulosa adalah komponen kayu yang mengalami pirolisa paling awal menghasilkan fural, furan, asam asetat dan homolognya. Hemiselulosa tersusun dari pentosan dan heksosan dan rata-rata proporsi ini tergantung pada jenis kayu. Pirolisis dari pentosan membentuk furfural, fural dan turunannya beserta suatu seri yang panjang dari asam karboksilat. Bersama-sama dengan selulosa, pirolisis heksosan membentuk asam asetat dan homolognya Dekomposisi hemiselulosa terjadi pada suhu 200-250 oC. Fenol dihasilkan dari dekomposisi lignin yang terjadi pada suhu 300 oC dan berakhir pada suhu 400 oC. Proses selanjutnya yaitu pirolisa selulosa menghasilkan senyawa asam asetat dan senyawa karbonil seperti asetaldehid, glikosal dan akreolin. Pirolisa lignin akan menghasilkan senyawa fenol, guaikol, siringol bersama dengan homolog dan derivatnya
Pengolahan asap dari Kelapa Terpadu adalah satu industri berbasis rakyat yang mengolah kelapa menjadi berbagai produk.
Kelebihan kelapa dibandingkan buah yang lain yaitu semua bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk. Sehingga tidak menyisakan limbah apapun.
Bahkan Tempurung Kelapa dapat dijadikan sebagai Bahan Bakar alternatif dan bahan baku pembuatan Liquid Smoke (asap Cair).
Asap Cair ini dapat digunakan sebagai Bahan Tambahan Makanan atau pengawet makanan, sehingga persoalan formalin (yang sampai ini tidak pernah diberikan jalan keluarnya) dapat diatasi dengan asap cair, produk ini dapat digunakan pada berbagai macam aplikasi produk-produk makanan; antara lain pada Industri Mie basah, bakso, industri perikanan dan lain-lain. bahkan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu saat ini sudah memproduksi Asap Cair untuk dicampurkan ke dalam es batu, sehingga nelayan tidak perlu menggunakan formalin ketika harus berlayar dalam waktu tertentu, selain mengurangi penggunaan es dalam jumlah besar sewaktu berlayar, juga tidak memerlukan formalin (yang selama ini masih tetap digunakan karena nelayan tidak memiliki alternati yang lain).
"Distilat asap tempurung kelapa memiliki kemampuan mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, fenolat dan karbonil.
Sedangkan Dr Ir Dadang dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB mengkaji distilat asap sebagai insektisida pada sayuran. Menurutnya, distilat asap atau asap cair tempurung mengandung lebih dari 400 komponen dan memiliki fungsi sebagai penghambat perkembangan bakteri yang cukup aman sebagai pengawet alami.
ASAP CAIR.
Asap cair adalah bahan pengawet yang menjadi salah satu alternatif dengan berbahan asap alami. Bahan yang digunakan adalah asap. Aman digunakan dan tidak mengandung zat pengawet berbahaya.
Asap Cair untuk pengawetan Kayu?
Jika kita memotong pohon untuk kayu yang masih muda, biasanya akan mendapatkan kayu yang muda juga. warnanya terlihat putih. Tidak kelihatan tua. Harga jualnya pun pasti tidak akan sebesar kayu yang tua. atau jika ada pemborong yang ingin mendapatkan kayu yang kelihatan tua tetapi dengan harga yang murah, biasanya si tukang kayu akan memberi kayu yang memang kualitasnya tidak sebagus yang tua tetapi nampak tua. nah kalau terjadi seperti ini, biasanya para tukang kayu sering ngakalin “nakal dikit”. mereka biasa membuat “Nampak” Tua pada kayu. kira-kira apa yang mereka lakukan ya..? kalau dari penelusuran kepada tukang kayu, biasanya memakai trik “ngakalin” tersebut dengan cara memoles kayu dengan cairan kimia seperti soda api atau NaOH atau Natrium Hidroksida. pemolesan kayu dengan NaOH, sekilas memang akan menghitamkan kayu yang muda menjadi nampak tua. Cara ini umum dilakukan oleh para tukang kayu
Jika kita memotong pohon untuk kayu yang masih muda, biasanya akan mendapatkan kayu yang muda juga. warnanya terlihat putih. Tidak kelihatan tua. Harga jualnya pun pasti tidak akan sebesar kayu yang tua. atau jika ada pemborong yang ingin mendapatkan kayu yang kelihatan tua tetapi dengan harga yang murah, biasanya si tukang kayu akan memberi kayu yang memang kualitasnya tidak sebagus yang tua tetapi nampak tua. nah kalau terjadi seperti ini, biasanya para tukang kayu sering ngakalin “nakal dikit”. mereka biasa membuat “Nampak” Tua pada kayu. kira-kira apa yang mereka lakukan ya..? kalau dari penelusuran kepada tukang kayu, biasanya memakai trik “ngakalin” tersebut dengan cara memoles kayu dengan cairan kimia seperti soda api atau NaOH atau Natrium Hidroksida. pemolesan kayu dengan NaOH, sekilas memang akan menghitamkan kayu yang muda menjadi nampak tua. Cara ini umum dilakukan oleh para tukang kayu
Cara pemakaian grade 3
Larutkan 1 cc asap cair dalam 300 ml asap cair
Semprotkan asap cair dalam kayuAsap cair grade 3
Grade 3 adalah pemprosesan dengan sedikti destilasi sehingga menghilangkan kadar karbon dalam asap yang telah terkondensasi.
fungsinya pengawet kayu
Peranan Asap cair untuk KARET
Jenis jenis karet:
Crepes berasal dari lateks, lump karet, atau RSS yang berkualitas rendah. Cara pembuatannya mirip dengan RSS yang berbeda adalah menghilangkan warna cokelat tua dari karet kering. Kemudian hasilnya adalah karet yang berwarna putih yang digiling mengunakan mesin pengiling menjadi lembaran tipis crepes.
Lateks adalah karet alam yang dicampur dengan ammonia. Kebanyakan lateks yang berasal dari pohon mempunyai kadar karet 25-29%. Lateks kebun ini kemudian bisa dikentalkan dengan mengunakan mesin sentrifugal untuk meningkatkan kadar karetnya menjadi sekitar 60%. Karet dengan kadar 60% inilah yang kita sebut karet pekat. (specifikasi karet pekat). Komposisi lateks pekat:RSS: Ribbed Smoked Sheet adalah lateks yang digumpalkan dengan mencampur dengan asap cair. Kemudian dipanaskan dan diasap di ruang asap. Karena proses pengasapan ini, product ini disebut Ribbed smoked Sheet (Lembaran karet yang dipotong dan diasap). Digunakan untuk membuat ban dan selang tube untuk mesin. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ribbed Smoked Sheet?
TSR: Technical Specified Rubber: Lateks karet digumpalkan terus dihaluskan dan dipanaskan untuk digunakan untuk membuat ban, selang tube untuk mesin. TSR disebut juga block rubber, pembuatannya membutuhkan mesin yang cukup komplex dan tenaga listrik yang cukup besar.
TSR diberbagai Negara: TSR nya Malaysia disebut SMR(Standard Malaysian Rubber); TSR nya Singapur disebut SSR (Standard Singapore Rubber); TSR nya Indonesia disebut SIR (Standard Indonesian Rubber); TSR nya Thailand disebut TTR (Thai Tested Rubber)
Macam Macam Pohon Karet
Popular sebagai karet alam yang diperjual belikan – asal dari brasil
Palaguium gatta
Asal dari Malaysia – Stabil terhadap air – Digunakan untuk kabel bawah air dan resin sintesis
Dyera Costulata
Lateks asal dari Malaysia – bahan dasar permen karet dan bahan perekat untuk ikat pinggang (
Accacia senegal
Asal pantai barat afrika – mudah larut di air – banyak digunakan dalam pembuatan tinta, perekat perangko, dan pembuatan tablet dan pil.
Funtumia elastic
Asal Afrika Barat – karet Funtumia lebih halus dibandingkan Hevea Brasiliensis – Banyak ditanam di asia tenggara – bias dikeringkan karet berwarna transparan sedangkan karet kering hevea brasiliensis berwarna cokelat gelap.
Pemakaian Karet didunia
Ada dua jenis karet: karet alam yang diambil dari pohon karet dan karet sintesis yang dibuat dari derivatif minyak bumi. Pemakaian gabungan keduanya banyak digunakan untuk membuat ban, selang, kabel, dan insulator. Misalnya pada ban digunakan komposisi 45% karet sintesis dan 55 % karet alam.
Dikarenakan pembuatan karet sintesis mengunakan bahan dasar minyak bumi, kenaikan harga minyak bumi memicu kenaikan harga karet sintesis. Karet sintesis dan karet alam adalah barang complementary, artinya keduanya harus digunakan bersamaan, karena itu kenaikan harga karet sintesis juga memicu kenaikan harga karet alam. Secara tidak langsung kenaikan minyak bumi akan memicu kenaikan harga karet alam.





Call Di nomer 085643329095 / 081804855548
BalasHapusBy Fuad Khasan., S.T